RSS

Tujuh Ucapan Yesus Di Kayu Salib

05 Apr

Hari ini disebut dengan Kamis Putih untuk yang penganut Katolik, dan malam ini adalah Malam terakhir kita melakukan KEBAKTIAN PASSION. Kita akan masuk kepada malam Perayaan Hari Jumat Yang Agung.

Di hari Jumat Yang Agung, kita semua pengikut Kristus akan mengenang bagaimana penderitaan Yesus secara fisik dan jasmani, DIA harus dihianati oleh muridNYA, ditangkap oleh serdadu Romawi dengan berpakaian tempur lengkap, dihina, masuk dalam persidangan Pengadilan Mahkamah Agama yang Super Cepat, dan kurang dari 10 jam, Yesus telah disalibkan.

Yesus sebagai penggenapan janji Allah Bapa, seperti telah ditulis di Kitab Para Nabi sebelumnya, harus mengalami penderitaan dan kesengsaraan. PenderitaanNYA mencapai klimaks ketika DIA harus disalibkan di Bukit Tengkorak di Golgata.

Yesus telah disalibkan, dan bangkit pada hari yang ketiga, naik ke Sorga, duduk disebelah kanan Allah, Bapa Yang Maha Kuasa. Dari sana kelak DIA akan datang kembali ke dunia untuk menghakimi semua orang yang hidup maupun orang yang telah mati.

Ketika disalibkan dari atas kayu salib Yesus mengucapkan tujuh ucapanNYA (yang selalu dibacakan pada Kebaktian Passion maupun pada Jumat Agung),  kepada Allah Bapa, kepada penjahat, kepada Ibunya maupun kepada MuridNYA, dan kepada kita sekarang ini.

Ada tujuh ucapan Yesus dari kayu salib, tiga yang pertama diucapkan antara jam 09.00 sampai 12.00 siang, setelah itu cuaca siang hari menjadi gelap, kemudian ucapanNYA yang ke-empat sampai ke-tujuh diucapkan kira-kira jam 15.00 atau 3 sore.

Berikut tujuh ucapan Yesus dari atas kayu salib, dalam teks Alkitab bahasa Indonesia dan Bahasa Yunani dan terjemahannya:

Ucapan I : Lukas 23:34
”Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”
Teks Yunani
”πατερ, αφες αυτοις ου γαρ οιδασιν τι ποιουσιν”
Terjemahan:
Pater, {wahai Bapa} aphes {ampunilah Engkau} autois {kepada mereka} ou {tidak} gar {karena} oidasin {mereka sudah mengetahui} ti {apa} poiousin {mereka berbuat}

Ucapan pertama Yesus ini menunjukan bahwa Yesus memohon kepada Allah, Bapa Di Sorga untuk pengampunan bagi mereka yang telah menangkap, menganiaya, memaki dengan sumpah serapah, menghujat bahkan menyalibkanNYA. Demikian juga dengan kita, harus berani dan mampu untuk mendoakan musuh kita, memberi maaf, apapun kesalahan orang yang telah diperbuat orang lain kepada kita sebagai pengikut Kristus.

Ucapan II: Lukas 23:43
”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus”
Teks Yunani
”λεγω σοι σημερον μετ εμου εση εν τω παραδεισω”
Terjemahan:
legô {Aku berkata} soi {kepadamu} sêmeron {hari ini} met {bersama} emou {Aku} esê {engkau akan ada} en {di dalam} tô paradeisô {Firdaus} ”

Ucapan ini menunjukkan bahwa Yesus adalah pemegang Kuasa Kerajaan Sorga, bagi setiap orang yang percaya dan menerima Yesus sepenuh hatinya, meskipun kita seorang penjahat, tetapi jika kita menyadari dan bertobat dengan tidak mengulang lagi kejahatan kita.
Ucapan YESUS yang kedua di kayu salib adalah sebagai jawaban terhadap ucapan salah seorang penjahat yang turut disalibkan dengan-Nya. Saat itu penjahat dikiri Yesus menghujat Dia, katanya: “Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!” (Luk.23:39). Tetapi penjahat dikanan Yesus menegor dia, katanya: “Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? (Luk.23:40). Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah. (Luk.23:41). Lalu ia berkata: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.” (Luk.23:42)

Ucapan III : Yohanes 19: 26- 27
”’Ibu, inilah, anakmu!’ – ‘Inilah ibumu!’”
Teks Yunani
”γυναι ιδου ο υιος σου ~ ιδου η μητηρ σου”
Terjemahan:
gunai {wahai perempuan} idou {lihatlah engkau} ho huios {anak} sou {-mu} ~ idou {lihatlah engkau} hê mêtêr {ibu} sou {-mu}”

Ucapan ini mengartikan bahwa Yesus adalah seorang yang penuh kasih. DIA melihat bagaimana trenyuh dan galau hati seorang Ibu melihat Anaknya, Yesus harus disiksa, dianiaya, dihujat dan disalibkan didepan mata langsung, tanpa ada sedikitpun pembelaan yang dapat dilakukan. Yesus juga melihat bagaimana kacau pikiran dari murid-muridNYA, khususnya murid yang dikasihiNYA.

Ucapan IV : Matius 27:46 dan Markus 15:34
”Eli, Eli, lama sabakhtani?.”
”Eloi, Eloi, lama sabakhtani?.”
Teks Yunani
”ηλι ηλι λαμα σαβαχθανι
” λεγων ελωι ελωι λαμμα σαβαχθανι”
Terjemahan:
êli {Eli} êli {Eli} lama {Lama} sabakhthani {Sabakhtani}”
” elôi {Eloi} elôi {Eloi} lamma {Lama} sabakhthani {Sabakhtani}”

Ucapan ini diucapkan Yesus kira-kira jam tiga sore, dengan suara yang menggelegar. “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku”. Ucapan ini menunjukkan bahwa Yesus adalah anak Anak Allah, yang diutus ke bumi untuk menebus dosa manusia, sebagai penggenapan apa yang telah dituliskan oleh para Nabi sebelumnya.

Ucapan V – Yohanes 19:28
”Aku haus!”
Teks Yunani
”διψω ”
Terjemahan:
dipsô {Aku haus}”
Ucapan ini memberi arti sebagai manusia, Yesus mengalami penderitaan fisik dan jasmani yang luar biasa sekali

Ucapan VI – Yohanes 19:30
”Sudah selesai”
Teks Yunani
” τετελεσται”
Terjemahan:
tetelestai {sudah selesai}”

Ucapan ini menunjukkan secara Legal Formal bahwa Yesus telah berhasil memenangi tugasNYA, dan menggenapi seluruh Hukum Taurat dan tulisan para Nabi sebelumnya. Tugas telah diemban/ditunaikan dan diselesaikan dengan sempurna.

Ucapan VII – Lukas 23:46
”Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.”
Teks Yunani
”πατερ εις χειρας σου παραθησομαι το πνευμα μου”
Terjemahan:
pater {wahai Bapa} eis {ke dalam} kheiras {tangan} sou {-Mu} parathêsomai {Aku akan menyerahkan} to pneuma {Roh} mou {-Ku}”
Ucapan terakhir Yesus menegaskan bahwa Dia kembali kepada rumah BapaNYA, Allah ditempat Yang Maha Tinggi, Maha Kudus, darimana semula Dia berasal, dan dari sana kelak akan datang kembali untuk menghakimi semua orang yang hidup dan yang telah mati.

Kalau kita memaknai ke-tujuh ucapan Yesus tersebut sebenarnya cukup dalam arti didalam kehidupan sehari-hari. Untuk lebih dalam memaknai atau menyelami ucapan Yesus tersebut cobalah kita baca berulang kali dan bawa dalam Doa. Ucapan Yesus dari atas Kayu salib dapat kita aplikasikan di dalam kehidupan kita sehari-hari. Ke-tujuh ucapan Yesus identik dengan hari ketujuh yaitu Sab’at, yang selalu diagungkan oleh bangsa Yahudi dimanapun mereka berada.

Bagaimana kita pengikut Kristus?. (St.JEB)


Referensi:

  • Alkitab Sabda.
  • Biblika Sarapan Pagi.
About these ads
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 5 April 2012 in Artikel Katolik, Artikel Kristen

 

Tag:

Wajib tinggalkan balasan disini:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s