RSS

Katehismus HKBP

Katekhismus Kecil adalah ringkasan atau uraian mengenai doktrin Kristen Lutheran yang diajarkan semenjak masih kanak-kanak dan wajib untuk dihafalkan.

Katekhismus Kecil ditulis oleh Martin Luther dan diterbitkan pertama sekali pada 1529 untuk mendidik anak-anak. Katekismus Kecil Martin Luther memuat : Sepuluh Perintah Allah (Dasa Titah), Pengakuan Iman Rasuli, Doa Bapa Kami, Baptisan, Pengakuan Dosa, dan Perjamuan Kudus. Katekismus ini ditutup dengan Kitab Konkord  Lutheran sebagai pernyataan yang berwibawa tentang apa yang dipercayai oleh kaum Lutheran.

Untuk mempelajari silahkan Klik di bawah ini:

KATEKHISMUS KECIL
MARTHIN LUTHER

BAHASA INDONESIA

BAHASA BATAK TOBA

Dasa Titah

Patik ni Debata

Pengakuan Iman Rasuli

Hata Haporseaon

Doa Bapa Kami

Tangiang Ale Amanami

Baptisan Kudus

Pandidion Na Badia

Pengakuan Dosa

Hasesaan Ni Dosa

Perjamuan Kudus

Ulaon Na Badia

Sumber HKBP
 ______
St.JEB
 

2 responses to “Katehismus HKBP

  1. H. Marpaung

    10 Mei 2013 at 17:20

    Shalom dan Horas,

    Terima kasih penjelasan tentang kathismus na met met ini. Tetapi ada yang perlu direnungkan bahwa kita agak semberono dalam beberapa hal. Yaitu ketika Ktehismus na met met diterjemahkan ke bahasa Indonesia apakah mempertimbangkan jangan sampai ada pergeseran makna?? Sebagaimana para Bapa-bapa Zending tanah batak dahulu.

    Sesuai dengan tulisan Amang, bahwa katekhismus yang asli dibuat Martin Luther tahun 1529, dan katekhismus ini tetap ciri khas Lutheran, artinya tidak selalu sama persis dengan protestan non-lutheran. Dan katekhismus itu telah disusun beliau dengan seksama dan iman yang mendalam. Demikian juga ketika diterjemahkan, bagi orang-orang menerjemahkan haruslah berhati-hati agar iman pemahaman yang asli tidak bergeser.

    Contoh mengenai “Hata Haporseaon” dengan Pengakuan Iman rasuli.

    Dalam hata haporseaon untuk yang pertama pernyataannya adalah :

    “Ahu porsea di Debata JAHOWA, IDO AMA PARGOGO NA SO HATUDOSAN, tumompa langit dohot tano”…

    Dalam pengakuan Iman Rasuli

    “Aku percaya kepada Allah Bapa, pencipta langit dan bumi”

    Mohon diperhatikan dengan cermat dan selalu kita mengingat ajaran Tuhan Jesus “Sai pinorbadia ma GoarMu”

    Bagaimana para pemimpin gereja HKBP sekarang (bukan dulu waktu marguru malua saya), menganggap bahwa

    “Debata JAHOWA” setara dengan “Allah Bapa”. Pernahkah Amang bertemu dengan orang-orang batak muslim dan mereka bertanya “ise do goarni Debatamuna?”

    Juga, dimana terjemahan kata “IDO AMA PARGOGO NA SO HATUDOSAN”???. Ini pernyataan Iman yang mendasar ajaran HKBP yang asli.

    Demikian juga, “Ahu porsea di Jesus Kristus, Anak ni Debata JAHOWA na sasada i……”

    Waduh, HKBP setelah berbahasa Indonesia, seperti agak aneh.

    Mohon tanggapan dan diulas dengan seksama

    Mauliate, shalom alei chem

    H. Marpaung

     
  2. R. S. O. Pardede

    27 Mei 2013 at 11:33

    Saya rasa tidak ada pergeseran makna di sini. Kata-kata yang berbeda itu esensinya sama saja.

    Mengenai Katekismus yang dipakai, tidak berarti bahwa HKBP itu gereja Luteran. Tapi HKBP benar masuk anggota LWF lho. Lihat blog Pdt. AL Nababan di Internet, tulisan Pdt. Aritonang, atau LWF.

    Mengenai Allah, saya rasa tidak mutlak disebut nama-Nya, bisa juga disebut dengan nama lainnya tapi tentu saja dalam konteks sebagai Allah kita yang dikenal dalam Jesus,
    - sebab nama-Nya suci. Tradisi meyebut nama Allah dengan sebutan lain ada diuraikan di Alkitab oleh Israel terdahulu, mengingat namanya yang suci. Nama Sebutan lain tidak mengurangi nilai-Nya.
    - sebab Jesus juga menngatakan: “Bapa di Sorga…”
    - sebab pengudusan nama TUHAN tidak mutlak terbatas dengan menyebut nama-Nya dengan mulut atau tulisan atau bedak/pupur kosmetik, menurut hemat saya, tapi dengan hati dan perbuatan
    - dll., dll., dll.

    Salam,
    Pardede

    NB.
    1. Apakah tulisan Salam penutup dari saya di atas, berbeda nilainya dengan “shalom”? INi pertanyaan retorik, sebab saya meyakini tidak. Begitu juga Best regards, dll., dll.
    2. Menarik mengamati bahwa pemakaian kata Debata Jahowa juga dipakai untuk Dasa Titah bahasa batak, dan tentunya dalam Bibel. Menarik melihat konsistensi ini. Barangkali “konsistensi” adalah kata kunci dalam latar belakang pemikiran pemaikaian nama itu di Katekismus dan Bibel dan buku ajaran HKBP lainnya. Menarik, menarik untuk didalami…

     

Wajib tinggalkan balasan disini:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: