RSS

Alkitab Perjanjian Lama

28 Nov

The OLD TESTAMENT

Perjanjian Lama, Old Testament adalah  adalah bagian pertama dari Alkitab, yang kitab-kitabnya ditulis sebelum kelahiran Yesus. Sebagian besar Kitab Perjanjian Lama ditulis dalam Bahasa Ibrani, hanya beberapa bagian saja dari Kitab Perjanjian Lama ditulis dalam Bahasa Aram, yakni kitab Daniel dan Ezra.

Menurut pembagiannya Perjanjian Lama yang terdiri dari 39 kitab yang dapat dibagi dalam kategori:

  1.  Kitab Hukum / Taurat,
  2.  Kitab Sejarah,
  3.  Kitab Puisi dan,
  4.  Kitab Nabi-nabi Besar,
  5.  Kitab Nabi-nabi Kecil.

Isi dari Perjanjian Lama identik dengan kanon Alkitab Ibrani / kitab suci Yahudi yang disebut Tanakh, tetapi dengan urutan yang berbeda. Susunan urutan kanon Tanakh berakhir dengan Kitab Tawarikh, sedangkan Perjanjian Lama berakhir dengan Kitab Maleakhi.

Kitab Umat Yahudi “Tanakh (Torah/Taurat, Nebi’im/Nabi dan Ketubim/Kisah-Puisi-Nasihat” menuliskan 24 kitab, karena kedua kitab Samuel (1 Samuel dan 2 Samuel); kedua kitab Raja-raja (1 Raja-raja dan 2 Raja-raja); kedua kitab Tawarikh (1 Tawarikh dan 2 Tawarikh); kitab Ezra dan kitab Nehemia; dan 12 kitab nabi-nabi kecil: masing-masing dihitung menjadi satu kitab; dan kitab Rut digabungkan dengan kitab Hakim-Hakim; dan kitab Ratapan digabungkan dengan kitab Yeremia) yang ditulis dalam bahasa Ibrani (veritas hebraica) sebagai kanon.

Kitab di Perjanjian Lama 

Kitab Hukum/Taurat 1.
2.
3.
4.
5.
  1.  Kejadian
  2.  Keluaran
  3.  Imamat
  4.  Bilangan
  5.  Ulangan
Kitab Sejarah 6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
  1.  Yosua
  2.  Hakim-hakim
  3.  Rut
  4.  1 Samuel
  5.  2 Samuel
  6.  1 Raja-raja
  7.  2 Raja-raja
  8.  1 Tawarikh
  9.  2 Tawarikh
  10.  Ezra
  11.  Nehemia
  12.  Ester
Kitab Puisi 18.
19.
20.
21.
22.
  1.  Ayub
  2.  Mazmur
  3.  Amsal
  4.  Pengkhotbah
  5.  Kidung Agung
Kitab Nabi-nabi Besar 23.
24.
25.
26.
27.
  1.  Yesaya
  2.  Yeremia
  3.  Ratapan
  4.  Yehezkiel
  5.  Daniel
Kitab Nabi-nabi Kecil 28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.
35.
36.
37.
38.
39.
  1.  Hosea
  2.  Yoël
  3.  Amos
  4.  Obaja
  5.  Yunus
  6.  Mikha
  7.  Nahum
  8.  Habakuk
  9.  Zefanya
  10.  Hagai
  11.  Zakharia
  12.  Maleakhi

Pada awalnya tradisi Kitab Perjanjian Lama versi Septuaginta menjadi teks yang sangat penting bagi orang Yahudi. Namun setelah adanya Konsili Yamnia (sekitar 95 M) tradisi ini menduduki peranan yang tidak penting lagi.

Selanjutnya berdasarkan Septuaginta, kemudian diterjemahan Alkitab Perjanjian Lama dalam beberapa bahasa lain, yaitu pada abad ke-3 M ke dalam bahasa Koptik, salah satu dialek bahasa Mesir; lalu pada abad ke-4 M ke dalam bahasa Ethiopia; di samping itu pada abad ke-4 M ke dalam bahasa Gotik oleh Uskup Gotik Ulfias. Berdasarkan versi Origenes Alkitab Perjanjian Lama diterjemahkan ke dalam bahasa Armenia pada sekitar tahun 440 M.

Kanonisasi Kitab Perjanjian Lama 

Penetapan ke-39 kitab tersebut sebagai kanon terjadi pada sekitar tahun 95 M dalam sebuah konsili yang diadakan di Yamnia (sekarang ini bernama Yabne, terletak di dekat pantai Laut Tengah, di sebelah barat daya Israel. Setelah Yerusalem dihancurkan oleh tentara Roma pada tahun 70 M, kota ini menjadi pusat umat Yahudi yang sangat penting). Penetapan ini memberikan legitimasi, bahwa 39 kitab ini tergolong Kitab Suci. Orang-orang Yahudi dewasa ini masih tetap mengakui kanonisasi berdasarkan penetapan di konsili Yamnia. Tradisi Protestan juga menganut tradisi ini.

Di samping tradisi kanonisasi Ibrani terdapat juga di kalangan Yahudi kuno kanonisasi yang didasarkan pada kitab-kitab Yunani yang terdapat dalam Septuaginta. Kitab-kitab Yunani tersebut di kalangan Yahudi kuno (juga pada zaman Yesus dan jemaat Kristen perdana) diakui sebagai kanonis. Tradisi kanonisasi Yunani pada awalnya mempunyai wibawa di kalangan umat Yahudi, tetapi setelah tradisi ini dipegang oleh jemaat Kristen perdana dan setelah kanonisasi di Yamnia, maka tradisi kanonisasi Yunani tidak lagi diakui oleh umat Yahudi.

Tradisi kanonisasi ini kemudian diambil alih atau diteruskan oleh Hieronimus dalam menyusun Vulgata. Gereja Katolik mengakui tradisi ini. Jumlah kitab yang diakui sebagai kanonik adalah 46 kitab. Jumlah ini 7 kitab lebih banyak dari tradisi Protestan, yaitu: Kitab Tobit, Yudit, 1 dan 2 Makabe, Kebijaksanaan Salomo, Yesus Sirakh, Surat Barukh, dan Tambahan-tambahan pada Kitab Ester, Daniel, dan Tawarikh). Tujuh kitab ini disebut dalam tradisi Katolik sebagai “Deuterokanonika”, sementara ke-39 kitab Ibrani disebut sebagai Protokanonika.Kitab-kitab ini oleh kalangan Protestan dahulu disebut “Apokrif”.

Menurut Martin Luther Kitab Deuterokanonika adalah baik dan berguna untuk dibaca, tetapi tidak dapat dianggap sebagai kitab suci atau Kitab didalam AL Kitab Perjanjian Lama..

Sumber:
Bahan Learning Sintua HKBP Perumnas Tangerang oleh Pdt.John H.T. Hutagalung, dan beberapa dari Wikipedia Indonesia.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 28 November 2011 in Artikel Katolik, Artikel Kristen, Beranda

 

Tag:

Wajib tinggalkan balasan disini:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: