RSS

Pernikahan Ibas dan Aliya

28 Nov

Presiden SBY Mantu.

 

Asam di gunung Garam di laut bertemu menjadi satu di dalam kuali, maka selanjutnya Ibas dan Aliya ketemu di Istana.

Ibas selengkapnya Edhie Baskoro Yudhoyono dan Aliya selengkapnya Siti Rubi Aliya Rajasa resmi melangsungkan akad nikah pada pukul 10.00, hari Kamis, 24 Nopember 2011, di Istana Kepresidenan Cipanas, Jawa Barat. Yang bertindak sebagai penghulu adalah Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Cipanas, Cianjur, Drs. Muhtar.

Pernikahan Putera Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan puteri kedua Menteri Koordinator Perekonomian – Hatta Rajasa adalah pernikahan yang fenomenal karena kedua orang tua mereka adalah orang yang sangat penting di pemerintahan RI. Kemudian keduanya adalah anak petinggi partai politik terbesar di negeri kita ini, dimana sang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, sedangkan Hatta Rajasa adalah Ketua Umum partai PAN.

Meskipun jodoh atau mati ditangan Tuhan, tetapi pernikahan ini menimbulkan tanggapan, komentar yang sanagt banyak dari masyarakat bawah sampai masyarakat kelas atas. Khususnya juga bagi mereka yang senang dikatakan sebagai komentator, pakar, atau ahli apalah namanya.

Sebenarnya semua wajar-wajar saja dan dapat dimaklumi. Karena setiap orang yang mau nikah atau orangtua yang mau menikahkan anaknya pada hakekatnya sudah mengadakan perencanaan dari mulai pra nikah, bentuk undangan, souvenir untuk undangan, akad nikah dimana, resepsi dan siapa tamu yang akan diundang. Mengenai motivasi pernikahan itu juga biasa dan wajar-wajar saja, seperti seorang wanita cantik menginginkan pria yang yang tajir tapi wajah tidak menjadi masalah, atau pun sebaliknya.

Karena ini anak Presiden, maka Ketua Panitianya adalah Menko Polkam Djoko Suyanto, Menteri ESDM Jero, sedangkan sebagai Sekretaris Panitia adalah Ahmad Yani Basuki. Sebagai saksi dari calon pengantin pria adalah Wakil Presiden Boediono, dan saksi dari calon pengantin wanita adalah mantan Ketua MPR Amien Rais.

Pernikahan yang fenomenal ini menjadi liputan dari para photografer semua kelas, dari yang hanya pakai hp sampai kamera dan vidio yang sangat canggih. Demikian juga dengan pemburu berita mereka mengambil gambar dan video dan menuliskan berita rata-rata menjadi topik utama.

Setelah akad nikah acara dilanjutkan dengan Resepsi Pernikahan bertempat di Jakarta Convention Centre (JCC) Senayan, Jakarta yang dilangsung pada hari Sabtu, 26 Nopember 2011.

Dikatakan untuk menghindari gratifikasi maka sejak awal Presiden SBY berkomitmen tidak menerima  kado dan sumbangan dalam bentuk uang atau dalam bentuk apasaja dalam acara pernikahannya, ini juga wajar dan biasa karena sudah banyak masyarakat kita yang berkemampuan yang melalukan seperti ini.

Pemakaian Istana Cipanas sebagai tempat pelaksanaan akad nikah oleh Presiden SBY ini juga biasa dan wajar karena sebagai Presiden wajar SBY menggunakan Istana Cipanas ataupun Istana Bogor ketika melaksanakan pernikahan anak pertamanya Agus Harimurti Yudhoyono dengan Annisa Larasati Pohan pada bulan Juli 2005 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Acara pernikahan ini juga sebenarnya sangat fenomenal. Karena tidak lama berselang Aulia Pohan sebagai besan Presiden harus menjadi penghuni LP.

Yang menjadi catatan dari saya (pernyataan dari Julian Pasha, juru bicara Kepresidenan seperti yang saya lihat di sejumlah tayangan TV dan dari Internet) dikatakan “Acara ini sesungguhnya dalam adat pihak pengantin perempuan. Jadi tuan rumah Pak Hatta sepakat di Istana Cipanas, mungkin ini kesepakatan kedua keluarga.”

Bahwa pernikahan dilangsungkan dengan menggunakan adat Palembang dan bertindak sebagai tuan rumah adalah pihak Keluarga Menko Perekonomian Hatta Rajasa. Lah yang menjadi Presiden adalah Bapak SBY sedangkan Hattta Rajasa adalah Menko atau pas-nya adalah pembantu Presiden. Kalau Presiden boleh itu benar karena Presiden memang harus tinggal di Istana, jadi kalau mau menerima tamu atau melangsungkan hajatan atau kegiatan keluarga di Istana yah itu memang privilege Presiden. Atau jika seorang Wakil Presiden yah benar dong. Tetapi kalau Hatta Rajasa yang sebagai pembantu Presiden itu tidak pas.

Bagaimana bisa mungkin kita yang punya hajatan tetapi kita pinjam rumah besan kita menjadi tempat pelaksanaan acara akad nikah.  Sementara kita sendiri punya rumah dan kemampuan untuk menyediakan tempat acara ditempat yang cukup bergengsi.

Tetapi kalau rumah besan kita Istana itu mungkin, bagaimana kalau besan kita tidak tinggal di Istana atau tidak punya Istana.

“Selamat menempuh Hidup Baru buat Ibas dan Aliya” 

—–

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 28 November 2011 in Beranda

 

Wajib tinggalkan balasan disini:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s