RSS

DUSTA = TIDAK CERDAS

21 Feb

“Janganlah Engkau Berdusta”

Hukum Taurat “Janganlah Engkau Berdusta” adalah merupakan Perintah Allah langsung yang dituliskan melalui tanganNYA dan diserahkan langsung kepada Nabi Musa. Ini adalah Hukum/Titah Ke – IX, dari Sepuluh Perintah Allah – The Ten Commandments, yang diterima Musa langsung dari Allah di Gunung Sinai.

Perintah / Titah Ke-IX :

Keluaran 20:16 dan Ulangan 5:20:

Janganlah mengucapkan saksi dusta tentang sesamu.

  • Toba: “Unang ho olo sitindangkon gabus maralohon donganmu”;
  • NETBible: “You shall not give false testimony against your neighbor”.

Membaca TV dan menonton Koran serta menerawang Gosip, saat ini hal “DUSTA/BOHONG” sudah tidak asing lagi. Setiap putaran detik jam setiap itu juga ada Dusta/Bohong diantara manusia. Setiap mata terbuka mulut pasti berucap maka Dusta/bohong adalah menu utama yang paling asyik untuk disajikan.

Diawali manusia I – Adam, mengucapkan dusta kepada Allah Penciptanya, maka Dusta menjadi Efek Domino dari awal manusia sampai sekarang. Dusta tidak mengenal pangkat, jabatan maupun SARA apalagi PPh, sehingga ketika Dusta terucap, maka Tax Holiday yang kita terima dan masuk ke pundi-pundi menjadi Buffer Stock.

Sepertinya kata lupa maupun tidak ingat menjadi milik semua orang. Anak bayi yang baru lahir kalau bisa bicara, ketika ditanya “kenapa kau menangis” mungkin dia jawab karena malu “lupa atau tidak ingat”. Dan sebodoh-bodohnya orang, katakanlah dia sampai tinggal kelas di SD 3 kali, SMP, 2 kali dan SMA 2 kali, pasti jawaban yang paling manjur untuk menutupi kekurangannya, ketika ditanya jawabnya “lupa atau tidak ingat”. Selanjutnya apakah kita seperti mereka ?.

Penggalan lagu Broery ft. Dewi Yul “Jangan ada dusta diantara kita” saat ini mejandi Top Hits buat ku :

Memang kau bukan yang pertama bagiku (..); Pernah satu hati mengisi hidupku dulu (Deposito); Dan kini semua kau katakan padaku (Tidak Ingat/Lupa/Tidak kenal); Jangan ada dusta di antara kita, kasih. (..)

Semua terserah padamu aku begini adanya (BUI); Kuhormati keputusanmu, apapun yang akan Kau katakan (DiSIDANG), sebelum terlanjur kita (..) jauh Melangkah, kau katakan saja. (..)

Melihat syairnya, diawal sidang setiap saksi setelah maju mengucapkan sumpah/janji, maka seharusnya menyanyikan lagu wajib “Jangan ada dusta diantara kita-Broery” dan lagu “Lupa-Kuburan”.

Bohong/dusta melanggar Hukum ke-9 (Nasrani) ganjarannya pasti maut; secara umum adalah pasalnya 242 KUHP (sumpah palsu) dan 372, 378 KUHP (penipuan dan penggelapan), ganjaran sih mungkin enteng, tapi mau disimpan kemana wajah ini, sementara tempat untuk sembunyi tidak ada. Artinya dunia tidak selebar daun kelor. Satu komando, dusta, lupa adalah satu bentuk penipuan buat kalangan elite jika terdesak. Tak terkecuali apakah orang number 1001 atau to the number one. Karena mulanya biasa saja, sekarang menjadi menu cepat saji.

Dusta/bohong dan tidak ingat/lupa memang asyik dan cukup nikmat. Senikmat ketika saya memainkan game Empires, strategi dan siasat disusun untuk melakukan attack n’ avoid, finish maka point the winner langsung nempel dijidat.

Hanya saja kenapa pujaan hatiku, bapak kita, tidak press realese bahwa perbuatan tersebut adalah “TIDAK CERDAS” alias TOLOL, DODONG, OTO, STUPID, atau bodok kali-lah kau ini. (St.JEB).

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 21 Februari 2012 in Renungan, Renungan St.JEB

 

Tag:

Wajib tinggalkan balasan disini:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s