RSS

Tarombo Butarbutar dari Si Raja Batak

14 Apr
TAROMBO RAJA BATAK KE TOGA BUTARBUTAR
.
Tarombo Siraja Batak sampai ke Raja Toga Butarbutar, begitu banyak versinya. Mungkin dapat kita katakan setiap Pomparan Butarbutar termasuk Boru maupun Bere, jika mempunyai Facebook (FB) dan WEB, posting pertama adalah Tarombo-nya di Butarbutar atau tarombo Punguan.
.

Demikian banyaknya Tarombo Si Raja Batak ke Nenek Moyang kita Toga Butarbutar maka Tarombo Butarbutar, ketika saya lihat pada umumnya adalah hanya hasil copy paste (copas) tanpa menyebut sumbernya, yang tampilannya bahkan berantakan karena tidak diedit. Bahkan ada kemungkinan penulisnya masih remaja.

Hal ini memang cukup bagus dan menggembirakan, karena menunjukkan kemauan orang suku Batak khususnya Pomparan Butarbutar untuk memahami Tarombo Batak dan Tarombo Butarbutar.

Disini penulis mencoba menuliskan ulang Tarombo SI RAJA BATAK sampai ke RAJA TOGA BUTARBUTAR,  berdasarkan referensi yang layak dipercaya yaitu Wikipedia Indonesia dan beberapa yang penulis ketahui yang disampaikan oleh orangtua saya maupun ketika berbicara dengan beberapa orangtua ketika masih muda maupun ketika sudah di Jakarta ini.

Dari hasil pengamatan penulis, maka Tarombo marga Butarbutar dimulai dari Si Raja Batak sampai ke Toga Butarbutar adalah generasi ke VI (enam).

Berikut adalah Tarombo yang telah direkonstruksi secara singkat oleh penulis:

Tarombo Raja Toga Butarbutar dari Si Raja Batak
GENE
RASI
AYAH
ANAK
I
SI RAJA BATAK
Konon tinggal di lereng Pusuk Buhit,
Sianjur Mulamula,  dan dikatakan sebagai daerah asal-muasal suku Batak.
Mempunyai dua anak:
1.GURU TATEA BULAN,
     atau NAIMARATA.
2. RAJA ISUMBAON.
II
GURU TATEA BULAN
Mempunyai 5 (lima) putra:
1.   Raja Biakbiak:
Sering disebut juga Raja Uti,
atau Raja Sigumeleng-geleng,
tidak mempunyai keturunan
(ndang Marindang)
2.   Tuan Saribu Raja.
3.   Limbong Mulana.
4.   Sagala Raja:
Keturunannya memakai marga Sagala,
dan cabang-cabangnya.
5.   Silau Raja:
Keturunannya memakai marga Malau,
 Manik, Ambarita, Gurning dan cabang-cabangnya.
Serta 4 (empat) orang putri, yaitu:
1.  Siboru Pareme,
(kawin dengan Tuan Sariburaja,
ito-nya kandung),
2.  Siboru Biding Laut,
3.  Siboru Anting Malela atau
    Si Boru Anting Sabungan,
(Kawin dgn Tuan Sorimangaraja,
putra Raja Isombaon),
4.  Nan Tinjo,
( Tidak Kawin)
RAJA ISUMBAON
Mempunyai 3 Putera:
1. Tuan Sorimangaraja;
2. Raja Asiasi,
dipercayai ke Aceh;
3. Sangkar Somalidang,
Ada yang mengatakan ini bukanlah
nama aslinya, tetapi sebuah penyebutan
karena Tidak mempunyai anak,
Somarindang/Somalindang
III
TUAN SORIMANGARAJA.
Mempunyai 3 Putera:
1.   Ompu Tuan Nabolon.
(sebagian menyebut Op. Sorbadijulu.
2. Datu Pejel.
(sebagian menyebut Op.Tuan Sorbadijae)
3.   Tuan Sorbadibanua.
Lahir dari isteri Sorimangaraja,
Nai Suanon/Nai Tungkaon
(nama kecil, Boru Parsanggul Haomasan).
IV
1. OMPU TUAN NABOLON/
    OP.SORBADIJULU.

       ·Istri I: Siboru Biding Laut

      ·Istri II: Sboru Anting-Anting

Dari Istri Siboru Biding Laut:

1. Raja Sitempang:

·Sitanggang dan semua cabangnya,
·Sidauruk,
·Sigalingging,
·Manihuruk.

Dari Istri Siboru Anting-Anting
2. Raja Nabolon:

·Simbolon Tua, dan semua cabangnya.
·Tamba Tua, dan semua cabangnya.
·Munte Tua, dan semua cabangnya.
·Saragi Tua, dan semua cabangnya.
2. DATU PEJEL /
     OP. TUAN SORBADIJAE
Mempunyai 2 orang Putera,
Yang dilahirkan kembar.
Dikatakan ketika lahir kedua masih terbungkus Plasenta Ibunya “Sahali Tubu Marbalutan”. Selanjutnya ketika dibuka Plasentanya tidak sempat disebutkan yang mana anak tertua dan yang mana adiknya.
1. Raja Mangatur.
2. RAJA MANGARERAK.
3. TUAN SORBADIBANUA
Mempunyai 8 putra:
1. Sibagotnipohan;
2. Sipaettua;
3. Raja Silahisabungan;
4. Raja Oloan;
5. Raja Hutalima;
6. Raja Sumba;
7. Raja Sobu;
8. Raja Naipospos.
V
1. RAJA MANGATUR.

Istri:

Deak
Bintang Harugasan br.Sagala.

Mempunyai 3 putera:
1.   SITORUS.
2.   SIRAIT.
3.  BUTARBUTAR
2. RAJA MANGARERAK
    Istri:
Mempunyai 3 putera:
1. Hutagurgur.
2. Hutagaol.
3. Simanoroni.
Dan 1 putri:
· Boru Similingmiling.
VI
1. TOGA SITORUS
Istri:
Pinta Omas Palangki br.Sagala
Mempunyai 3 putra:
1. Pane;
2. Dori;
3. Boltok.
2. TOGA SIRAIT

Istri:

Manotalan br Limbong

Mempunyai 2 putra:
1. Sirait Siahaan
2. Sirait Siagian
3. TOGA BUTARBUTAR
Istri: Ragi Oloan br.Sinaga
(Op.Ratus br.Sinaga)
Mempunyai 3 putra:
1. SIMANANDUK.
2. RAJA HUTAGORAT.
3. RAJA SIMANANTI.
VII
1. RAJA SIMANDUK.
Istri:
· Di SIHIONG.
Mempunyai 3 putra:
1. Raja Mardimpos.
2. Raja Singiang-ngiang.
3. Raja Mangontang Laut.
2. RAJA SIHUTAGORAT.
·Merantau ke Asahan.
(Sampai sekarang belum jelas keturunannya, meskipun dibeberapa kesempatan ada yang mengaku sebagai keturunannya atau ada yang mengatakan bahwa telah ketemu dengan keturunannya, tetapi sepertinya belum ada pengesahan dari Raja Adat Partobuna / Pengetua Adat Marga Butarbutar didalam keputusan finalnya).
3. RAJA SIMANANTI.
Istri:Pinta Omas br.Sinaga.
·Di TULPANG.
Mempunyai 3 putra:
1. Op. Sombaon.
2. Raja Habinsaran.
 
Demikian Tarombo yang dapat digambarkan.
Catatan:
Tulisan yang sama telah diposting sebelumnya
di catatanjeb.wordpress.com
Iklan
 
11 Komentar

Ditulis oleh pada 14 April 2012 in Tarombo Batak, Tarombo St.JEB

 

Tag: ,

11 responses to “Tarombo Butarbutar dari Si Raja Batak

  1. faber

    8 Desember 2012 at 20:06

    Butarbutar sihutagorat memang benar2 sudah tidak ada ya? karna aku belum pernah bertemu dgn Butarbutar hutagorat, tapi dulu kawanku orang manado katanya pernah pacaran dengan boru Butarbutar hutagorat.

     
    • St. JEB

      10 Desember 2012 at 10:18

      Saya sampai saat ini juga belum pernah ketemu dengan Pomparan Omputta Raja Hutagorat, hanya saja beberapa dari kita Butarbutar – seperti yang terakhir di Batam, sudah ada yang ketemu dengan mereka, tetapi ketika diminta untuk datang lagi ternyata mereka tidak datang-datang. Maksudnya adalah untuk berbicara supaya panjang lebar.

       
    • St. JEB

      10 Februari 2013 at 13:27

      saudaraku Rocky:
      Jika dikatakan tidak ada, sekarang ini be.berapa kesempatan sering dikatakan dari kita Butarbutar aa bertemu dengan mereka. hanya saja jika dikonfirmasi balik mereka tiba” tidak datang atau tidak ketemu kembali. Mauliate.

       
  2. Rocky Topan Butar Butar

    31 Januari 2013 at 19:11

    Dulu pun pernah terdengar khabar tentang mereka Butar Butar Hutagorat. Kemungkinan besar anak cucu keturunannya tidak lagi mengetahui Tarombo mereka. Sehingga bertemu pun dengan mereka belum tentu menemukan kejelasan.

     
  3. ElvinDB

    22 Februari 2013 at 20:29

    Horas…

    Terima kasih kepada penulis (abang JEB) membagikan tarombo ini. Beberapa kali saya baca tarombo batak dari berbagai sumber dengan perbedaan yg sangat mencolok, yg pada akhirnya membuat saya kurang yakin. Apakah ada lembaga batak yg secara resmi merilis atau menerbotkan tarombo batak? apakah sudah pernah ada penelitian serius (dari pihak mana?) tentang tarombo batak sehingga layak dipercaya?

    Terima kasih utk penjelasannya.
    Salam parhorasan ma tu abang sekeluarga dohot sude pembaca catatanJeb.

    lihat juga beberapa tulisan ku (pemula dan amatir) di http://www.elvindb.blogspot.com dan akun twit @elvinboers http://www.twitter.com/elvinboers

     
  4. Hendra Sefryandi Butarbutar

    29 April 2013 at 18:12

    shalom,
    Horas bapatua.. 🙂

    terimakasih buat tarombonya, tapi aku ada sedikit pertanyaan untuk bapatua penulis.. 🙂 mengenai hubungan Marga Butarbutar dengan Marga Manurung, bukankah itu sama/marappara. tapi kalau saya lihat dibeberapa tarombo (beberapa Versi) memang gak semua yang menyebutkan hubungan ke Marga Manurung. Mohon bantuan nya bapatua penulis untuk sharing.. 🙂

    mauliate,
    HORAS

     
    • Catatan JEB

      1 Mei 2013 at 06:12

      Horas Hendra Sefryandi Butarbutar,
      1. Saya tunggu Tarombonya ya.
      2. Mengenai Butarbutar (plus Sitorus & Sirait) dan Manurung, ya kita “Maramppara”, karena sampai saat ini belum diputuskan/ada kesepakatan siapa si Abang/Adik.

       
  5. firma butar butar

    14 November 2013 at 21:49

    syalom…..betarti sy ga boleh pacaran ma cewe marga sirait dongg

     
    • Catatan JEB

      16 November 2013 at 08:34

      Kepada Firma Butarbutar,
      Sedapat mungkin kita sekarang ini harus menghindari dan mengajarkan kepada anak-anak kita maupun yang kita kenal sesama Pomparan Raja Narasaon untuk tidak saling “marsibuatan” sesama Pomparan Narasaon.
      Demikianlah pada waktu saya muda/naposo dulu saya diajarkan oleh orangtua saya bahwa semua boru Narasaon adalah Ito saya dan Namboru saya.
      Trimaksih.

       
  6. rosi butarbutar

    27 Desember 2013 at 14:53

    horas buat apara smua

     
    • Catatan JEB

      27 Desember 2013 at 15:21

      Horas ma dikedanku Rosi Butarbutar,
      Baen Tarombom ate, jala didia do langkam tinggal.
      Mauliate.

       

Wajib tinggalkan balasan disini:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s