RSS

1.561 Kasus Pelecehan Seksual Libatkan Aparatur Negara

29 Okt
Okezone || Rabu, 11 Januari 2012 11:17 wib

Ilustrasi (Foto: Yudha/okezone)

Ilustrasi (Foto: Yudha/okezone)

JAKARTA – Komisi Nasional (Komnas) Perempuan mencatat, dalam kurun waktu 13 tahun terakhir, kasus kekerasan terhadap perempuan berjumlah 400.939. Tercatat ada 93.960 kasus kekerasan seksual dan 50 persen dari jumlah tersebut adalah pemerkosaan.

Untuk kasus kekerasan seksual, ada 70.115 kasus berada di ranah personal, 22.284 kasus berada di ranah public, dan 1.561 di ranah negara.

Ranah personal artinya kekerasan seksual yang dilakukan oleh orang yang memiliki hubungan darah, kekerabatan, perkawinan atau relasi intim dengan korban. Sedangkan ranah publik berarti kasus kekerasan seksual dimana korban dan pelaku tidak memiliki hubungan darah, kekerabatan atau relasi intim. Sementara untuk ranah negara, pelaku adalah aparatur negara dalam kapasitas tugasnya.

“Khusus di ranah negara, itu termasuk juga pelaku yang merupakan aparat negara juga berada di lokasi namun tidak berupaya untuk menghentikan atau justru membiarkan tindak kekersan tersebut berlanjut,” terang Wakil Ketua Komnas Perempuan Masruchah, dalam diskusi ‘Etika Perlindungan Privasi Dalam Peliputan Kejahatan Seksual’ di kantor Komnas Perempuan, Jakarta, Rabu (11/1/2012).

Berdasarkan bentuk-bentuk kekerasannya, Komnas Perempuan memisahkan beberapa bentuk kekerasan seksual, menjadi 14 bentuk. “Dari 93.960 kasus kekerasan seksual, 4.845 kasus adalah perkosaan, 1.359 perdagangan perempuan, 1.049 pelecehan seksual, 672 kasus penyiksaan seksual, 342 eksploitasi seksual,” katanya.

Masruchah mengatakan, kompleksitas persoalan kekerasan seksual menuntut masyarakat khususnya perempuan untuk selalu mengasah kepekaan dan mengenali jenis kekerasan seksual. Pemahaman itu, lanjutnya, juga termasuk atas dampak bagi perempuan korban.

“Hanya dengan mengenali kekerasan seksual secara seksama dan utuh, kita dapat ikut mencegah dan menangani kekerasan seksual,” pungkasnya.

 

Sumber:  okezone.com

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 29 Oktober 2012 in Artikel Nasional, Hukum & Kriminal

 

Tag:

Wajib tinggalkan balasan disini:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: