RSS

Mengenal Pemilihan Paus Baru (Konklaf)

11 Mar

Pemilihan Paus Katolik Roma atau biasa disebut dengan Konklaf. Kata Konkalf dapat juga berarti:

  1. Pertemuan para kardinal gereja Katolik yang diadakan untuk memilih Paus yang baru.
  2. Ruang tempat para kardinal bersidang untuk memilih Paus baru.

JEB - Kapel Sixtina.

Kapel Sixtina

Kata “konklaf” (conclave) berasal dari kata Latin ‘cum’ (artinya bersama atau dengan) ditambah dengan kata ‘clavis’ (kunci). Kata itu digunakan pertama kali oleh Paus Gregorius X pada Juli 1274 saat mengumumkan peraturan prosedur pemilihan Paus, yang dilakukan di dalam sebuah lokasi pertemuan yang ditutup rapat. Konklaf biasanya diadakan di Kapel Sistina

Sejarah Pelaksanaan Konklaf. 

Konklaf adalah sebuah ritual pemilihan Paus baru yang praktisnya tidak berubah sudah sejak delapan abad. Paus Gregorius X yang pertama kali menggunakan kata ini pada tahun 1274 dan menetapkan landasan untuk konklaf-konklaf aktual.

Sebuah konklaf dimulai antara 15 dan 20 hari setelah meninggalnya Paus. Batas waktu ini ditetapkan pada abad pertengahan, mengingat perjalanan ke Roma pada waktu itu memakan waktu berminggu-minggu. Meskipun sekarang perjalanan ke Roma bukan lagi menjadi masalah, batas waktu ini tetap berlaku untuk memberikan kesempatan kepada para Kardinal untuk bertukar pikiran antara mereka mengenai keadaan Gereja dan, meskipun tidak diharuskan, tentang para calon pengganti Paus. Waktu jeda ini dinamakan novemdiales.

Periode ini berakhir dengan misa Pro Eligendo Papa, dihadiri oleh semua Kardinal dari seluruh dunia di Basilik Santo Petrus pada pagi hari dimana dimulainya konklaf. Setelah itu, para anggota Kardinal pemilih menuju Kapela Sistina tempat berlangsungnya proses pemilihan Paus baru.

Prosedur Pelaksanaan Konklaf. 

Dengan didampingi paling banyak dua asisten, para Kardinal tidak boleh membawa alat komunikasi apapun ke dalam tempat pemilihan dan tidak boleh berkomunikasi keluar dengan siapapun. Setelah misa di Kapela Sistina para asisten keluar dan kapel dikunci. Para Kardinal selanjutnya mengadakan pemilihan secara rahasia. Setiap pembocoran mengenai tendensi atau sirkumstansi pemilihan dihukum dengan ekskomunikasi. Setiap orang katolik yang sudah dibaptis dari jenis kelamin laki-laki dan lebih dari 30 tahun boleh dipilih sebagai Paus, meskipun selalu terpilih salah satu Kardinal.

Untuk memilih seorang Paus harus memenuhi 2/3 suara dari para Kardinal pemilih yang berumur kurang dari 80 tahun (ditambah satu bila jumlah para Kardinal bukan kelipatan tiga). Pemilihan, jika perlu, bisa berlangsung tujuh kali dalam periode 3 hari. Selama pemilihan, kepada para Kardinal diserahkan sebuah buletin dari kertas putih berukuran empat persegi panjang yang bagian atasnya tertulis Eligo in summum pontificem, dengan tempat untuk menuliskan nama paus yang ingin dipilih. Dituntut tulisan jelas dan dengan huruf besar. Setelah diisi, para Kardinal membawa buletin sedemikian sehingga terlihat jelas di tangan dan dimasukkan ke dalam kotak yang disediakan di depan altar.

Di akhir setiap pemilihan, buletin-buletin pemilihan dibakar dengan ditambahkan bahan kimia yang akan mengeluarkan asap putih atau hitam tergantung dari hasil pemilihan, sudah atau belum terpilihnya Paus baru. Cerobong asap ini terlihat jelas dari lapangan Santo Petrus dimana biasanya dipenuhi orang untuk menantikan hasil pemilihan Paus baru.

Paus baru

Ketika terpilih seorang Paus baru, Dekan para Kardinal, yang memimpin proses pemilihan, menanyakan calon terpilih apakah ia bersedia menerima jabatan ini. Apabila jawabannya positif, ditanyakan nama apakah yang akan digunakan selama masa jabatannya. Selanjutnya diadakan sebuah prosesi bernama Habemus Papam

Habemus Papam

Habemus Papam (Harf : Kita memiliki Paus) adalah sebuah pengumuman Bahasa Latin yang dikeluarkan oleh Kardinal Protodiakon tentang hasil pemilihan paus dalam Konklaf Pengumuman ini diberikan dari atas Balkon di Gereja Santo Peter di Vatikan. Setelah pengumuman, paus yang baru akan keluar dan menyampaikan khutbah pertamanya yang berjudul Urbi et Orbi.

Format Habemus Papam

Format atau bacaan dari pengumuman Habemus Papam ketika kardinal mengumumkan hasil pemilihan Paus.

Annuntio vobis gaudium magnum:
Habemus Papam!
Eminentissimum ac
reverendissimum Dominum, 
Dominum [Nama Awal],
Sanctæ Romanæ Ecclesiæ Cardinalem [Nama Akhir],
Qui sibi nomen imposuit [Nama Paus].

 
Terjemahan Bahasa Indonesia

Kami umumkan kepada anda sebuah berita gembira:
Kita memiliki Paus baru!
Yaitu yang mulia dan terhormat
Tuan [Nama Awal]
Kardinal Gereja Katolik Roma [Nama Akhir]
Yang menamai dirinya sebagai [Nama Paus]

 

Dalam Habemus Papam yang terakhir pada tahun 2005, yang dibacakan oleh Kardinal Jorge Maria Estévez, yaitu pengumuman dimulai dengan sambutan dalam beberapa bahasa, yaitu

  • “Fratelli e sorelle carissimi” (Bahasa Italia)
  • “Queridisimos hermanos y hermanas” (Bahasa Spanyol)
  • “Bien chers freres et sœurs” (Bahasa Prancis)
  • “Liebe Brüder und Schwestern” (Bahasa Jerman)
  • “Dear brother and sister” (Bahasa Inggris) 

Tatacara

Tatacara dalam membaca Habemus Papam adalah, menyebutkan nama awal terlebih dahulu (Carolum, Iosephum, Angelum), lalu dilanjutkan dengan membaca nama akhir, seperti (Wojtyla, Luciani, Roncalli). Dan untuk penyebutan nama paus, dengan cara akusatif dalam Bahasa Latin, seperti (Ioannes Pauli primi)

Kardinal yang pernah mengumumkan hasil konklaf

  1. Francesco Sforza di Santa Fiora, mengumumkan terpilihnya Paus Leo XI dan Paus Paulus V pada tahun 1605.
  2. Andrea Baroni Peretti Montalto, mengumumkan terpilihnya Paus Gregorius XV pada tahun 1621.
  3. Alessandro d’Este, mengumumkan terpilihnya Paus Urban VIII pada tahun 1623.
  4. Giangiacomo Teodoro Trivulzio, mengumumkan terpilihnya Paus Aleksander VII pada tahun 1655.
  5. Rinaldo d’Este, mengumumkan terpilihnya Paus Klemens IX pada tahun 1667.
  6. Francesco Maidalchini, mengumumkan terpilihnya Paus Klemens X pada tahun 1670, Paus Innosensius XI pada tahun 1676, dan Paus Aleksander VIII pada tahun 1689.
  7. Urbano Saccetti, mengumumkan terpilihnya Paus Innosensius XII pada tahun 1691.
  8. Benedetto Pamphilj, mengumumkan terpilihnya Paus Klemens XI pada tahun 1700, Paus Innosensius XIII pada tahun 1721, dan Paus Benediktus XIII pada tahun 1724.
  9. Lorenzo Altieri, mengumumkan terpilihnya Paus Klemens XII pada tahun 1730, namun tidak bisa mengumumkan terpilihnya Paus Benediktus XIV pada tahun 1740 karena sakit. Kardinal Carlo Maria Marini menjadi pengganti.
  10. Alessandro Albani, mengumumkan terpilihnya Paus Klemens XIII pada tahun 1758, Paus Klemens XIV pada tahun 1769, dan Paus Pius VI pada tahun 1775.
  11. Antonio Doria Pamphili, mengumumkan terpilihnya Paus Pius VII pada tahun 1800.
  12. Fabrizio Ruffo, mengumumkan terpilihnya Paus Leo XII pada tahun 1823.
  13. Giuseppe Albani, mengumumkan terpilihnya Paus Pius VIII pada tahun 1829 dan Paus Gregorius XVI pada tahun 1831.
  14. Tommaso Riario Sforza, mengumumkan terpilihnya Paus Pius IX pada tahun 1846.
  15. Prospero Caterini, mengumumkan terpilihnya Paus Leo XIII pada tahun 1878.
  16. Luigi Macchi, mengumumkan terpilihnya Paus Pius X pada tahun 1903.
  17. Francesco Salesio Della Volpe, mengumumkan terpilihnya Paus Benediktus XV pada tahun 1914.
  18. Gaetano Bisleti, mengumumkan terpilihnya Paus Pius XI pada tahun 1922.
  19. Camillo Caccia-Dominioni, mengumumkan terpilihnya Paus Pius XII pada tahun 1939.
  20. Nicola Canali, mengumumkan terpilihnya Paus Yohanes XXIII pada tahun 1958.
  21. Alfredo Ottaviani, mengumumkan terpilihnya Paus Paulus VI pada tahun 1963.
  22. Pericle Felici, mengumumkan terpilihnya Paus Yohanes Paulus I dan Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1978.
  23. Jorge Medina Estévez, mengumumkan terpilihnya Paus Benediktus XVI pada tahun 19 April 2005.

Sumber :  Wikipedia.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 11 Maret 2013 in Artikel Katolik

 

Tag:

Wajib tinggalkan balasan disini:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: