RSS

Acara Konklaf, Pemilihan Paus Baru Resmi Dimulai

13 Mar

Sebanyak 115 Kardinal mengikuti Konklaf 2013

Gereja Santo Petrus - Vatikan

Gereja Santo Petrus – Vatikan

JEB – Konklaf, Acara Pemilihan Paus baru pengganti Paus Emeritus (pensiun) Benediktus XVI resmi dimulai. Sebanyak 115 Kardinal Pemilih yang berusia di bawah 80 tahun dan Panitia Pemilihan diangkat sumpah menjaga kerahasiaan Konklaf, pada hari Selasa (12/3/2013), pukul 16.30 waktu setempat, atau 15.30 GMT. Setelah pengucapan sumpah kerahasiaan, pemungutan suara pun dimulai. Prosesi konklaf dimulai, begitu Kardinal Guido Marini yang memimpin prosesi konklaf menyatakan “”Extra omnes” – “Everybody out” dan pintu kapel pun dikunci.

Asap hitam pertanda Paus baru pengganti Paus Emeritus Benediktus XVI belum terpilih terlihat membubung dari cerobong asap Kapel Sixtina, di Vatikan, Selasa (12/3/2013) malam waktu Roma. Hal ini mengartikan bahwa kandidat Paus belum terpilih. Menurut ketentuan Vatikan bahwa seorang Kardinal harus mendapatkan minimal suara dua pertiga dari jumlah 115 Kardinal Pemilih (77 suara) dalam pemilihan Paus tersebut.

Diperkirakan bahwa penerus pemegang tahta Santo Petrus baru akan terpilih pada Kamis (14/3/2013), dan Misa Penahbisan pada tanggal 19 Maret, Hari Raya Santo Yoseph.

Proses pemilihan Paus baru alias konklaf akan berlangsung dengan sangat rahasia. Tidak ada indikasi bahwa 115 Kardinal pemilih, sudah mengantongi nama-nama favorit calon pengganti Paus Benediktus XVI.

Para kardinal tidak boleh membawa alat komunikasi apa pun ke dalam tempat pemilihan dan tidak boleh berkomunikasi dengan siapa pun. Setiap pembocoran mengenai tendensi atau sirkumstansi pemilihan akan mendapat hukuman. Setiap umat Katolik yang sudah dibaptis dan berjenis kelamin laki-laki serta berusia lebih dari 30 tahun boleh dipilih sebagai paus. Namun biasanya paus baru adalah salah satu kardinal.

Pemilihan, jika perlu, bisa berlangsung tujuh kali dalam periode tiga hari hingga tercapai perolehan suara dua pertiga. Selama pemilihan, para kardinal menerima secarik kertas putih berukuran empat persegi panjang untuk menuliskan nama paus yang dipilihnya. Para kardinal membawa kertas itu sedemikian rupa sehingga terlihat jelas dan dimasukkan ke dalam kotak yang disediakan di depan altar.

Di akhir setiap pemilihan, kertas-kertas pemilihan dibakar dengan ditambahkan bahan kimia tertentu yang akan mengeluarkan asap putih atau hitam, tergantung dari hasil pemilihan. Cerobong asap ini terlihat jelas dari lapangan Santo Petrus, di mana biasanya dipenuhi orang untuk menantikan hasil pemilihan paus baru.

Jika asap berwarna hitam, berarti paus baru belum terpilih. Surat suara dibakar setelah setiap sesi berakhir sekitar pukul 12.00 dan 18.00. Jika asap berubah menjadi putih, berarti paus baru telah terpilih.

Diberitakan bahwa Kardinal Milan Angelo Scola dan Kardinal Brazil Odilo Scherer, disebut-sebut punya elektabilitas tertinggi sebagai calon Paus.

Sumber :

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 13 Maret 2013 in Artikel Katolik

 

Tag: ,

Wajib tinggalkan balasan disini:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: