RSS

Gereja Inggris Pinjamkan Salah Satu Ruang Untuk Masjid

28 Mar

Kejadian “unik”  dilaporkan media-media Inggris pada Senin (18/3) kemarin. Di  Aberdeen, Inggris, sebuah gereja bernama Episkopal Saint John menyediakan salah satu bagian gedung mereka untuk penyelenggaraan salat jumat bagi umat Islam setempat.  Peristiwa langka itu terjadi ketika suatu hari, Pendeta Isaac Pooblan (50) menyaksikan kondisi masjid yang menjadi tetangga mereka itu, sangat sempit sehingga tidak bisa memuat  jamaah yang datang ke sana.

“Masjid itu selalu sangat penuh di beberapa kesempatan. Ada banyak orang yang berdoa sambil diterpa angin dingin dan hujan,” ujar pimpinan gereja tersebut.

Sang pendeta merasa tidak nyaman menyaksikan kondisi seperti itu. Tersirat dalam pikirannya bahwa tak ada gunanya ia sebagai mahluk Tuhan jika tidak bisa berbuat sesuatu untuk membantu para jamaah masjid itu. Menutup mata dari situasi ini, menurutnya sama juga dengan situasi ketika dirinya tidak menjalankan keyakinannya dengan benar.

“Terdapat begitu banyak Muslim yang salat di luar ketika salju turun pertama kali di musim dingin dan itu pemandangan yang sulit sekali untuk diabaikan,” katanya.

Atas insiatifnya, Pooblan  mengajak jamaah gerejanya untuk tak diam saja melihat kondisi itu. Setelah  berembuk, mereka  lantas membuat keputusan untuk meminjamkan satu bagian gereja yang tidak dipakai saat makan siang pas di hari Jumat. Setelah semua jamaah gereja sepakat, ia  langsung menghubungi imam masjid tersebut. Namanya  Ahmed Megharbi. Mendapat tawaran itu, pada mulanya Merghabi merasa kaget dan ragu-ragu. Namun setelah diyakinkan bahwa tawaran itu salah satu bentuk keikhlasan persaudaraan positif dari umat Kristen setempat, sang imam akhirnya dengan gembira menyambut tawaran itu.

 “Ini semua didasarkan pada hakikat manusia. Memiliki kepercayaan yang berbeda bukan berarti memisahkan kita sebagai manusia,” ujar Pooblan

Pernyataan Pooblan itu diamini oleh Megharbi. Secara pribadi, ia menyatakan rasa terimakasih dan bangga atas niat baik yang diperlihatkan oleh kaum Kristiani setempat. Selama ini, ujarnya, hubungan antara umat Muslim dan Kristiani di wilayah itu memang sangat harmonis. ”Kami berhubungan layaknya sahabat dan itu semua kami bangun atas dasar sikap saling menghormati,” katanya.

Apa yang dikatakan Megharbi memang bukan hanya basa-basi semata. Berbeda dengan situasi di tempat lain, Aberdeen termasuk kawasan yang secara konsisten mempraktekan kehidupan damai dan penuh toleransi di antara umat beragama. Banyak aktivitas yang selalu mereka adakan untuk mengakbarkan sikap tersebut. Misalnya  sejak Natal tiga tahun lalu, kedua umat beragama membuka pintu gereja dan masjid untuk berdoa, makan bersama, dan bersosialisasi.  Setahun kemudian mereka pun terlibat dalam kerjasama menggelar perayaan memperingati 10 tahun insiden menyedihkan yang terjadi di Amerika Serikat  pada 11 September 2001, yang dikenal dunia sebagai Peristiwa Black September.

Sumber : www.islam-indonesia.com

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 28 Maret 2013 in Kerukunan Umat Beragama

 

Tag:

Wajib tinggalkan balasan disini:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: