RSS

Kekerasan Terus Berlanjut di Mesir, 36 Tewas.

08 Jul

Seorang pendukung presiden terguling Muhammad Mursi memegang poster sang presiden di ibu kota Kairo, Aksi kekerasan di seluruh mesir pasca-tergulingnya Mursi sudang menewaskan 36 orang dan melukai ratusan orang lainnya. | MAHMUD HAMS / AFP

KAIRO, KOMPAS.com — Aksi kekerasan di Mesir pascadigulingkannya Muhammad Mursi terus berlanjut dan kini korban tewas sudah mencapai 36 orang di seluruh Mesir akibat bentrok massa pro dan anti-Mursi.

Di ibu kota Kairo, ribuan pendukung Muhammad Mursi, Sabtu (6/7/2013), menggelar unjuk rasa di depan barak Pasukan Garda Republik sambil meneriakkan slogan-slogan anti-militer.

Militer Mesir kemudian melepaskan tembakan ke arah para pengunjuk rasa yang menewaskan setidaknya tiga demonstran.

Kekerasan terus berlangsung sepanjang Jumat malam hingga Sabtu pagi di pusat kota Kairo, mengingatkan situasi yang sama dua setengah tahun lalu saat penggulingan Hosni Mubarak. Bedanya, massa yang dulu bersama-sama menggulingkan Mubarak kini berseberangan dan bahkan baku hantam membela keyakinan masing-masing.

Di tengah meningkatnya aksi kekerasan ini, Presiden Interim Mesir Adli Mansouy menggelar pembicaraan dengan panglima Angkatan Bersenjata Jenderal Abdul Fattah al-Sisi dan Menteri Dalam Negeri Mohammed Ibrahim yang membawahi kepolisian.

Ini adalah kali pertama Mansour bekerja di kantor presiden sejak dilantik pada Kamis (4/7/2013), setelah militer menggulingkan Mursi, presiden pertama Mesir yang dipilih secara demokratis.

Kini di Mesir terdapat dua “pasukan besar” para pengunjuk rasa, yang disulut kemarahan dan berusaha untuk menyerang kelompok yang lain.

Aksi kekerasan juga terjadi di kota-kota di wilayah selatan Mesir di sepanjang Terusan Suez dan Delta Sungai Nil yang mengakibatkan sedikitnya 200 orang terluka.

Di kota El-Arish, Sinai Utara, empat orang tewas setelah para pendukung Ikhwanul Muslimin menyerang sebuah kantor pemerintah. Secara keseluruhan, sejauh ini dikabarkan 36 orang tewas, termasuk 12 orang di Alexandria.

Kerusuhan ini terjadi seusai shalat Jumat (5/7/2013), setelah Ikhwanul Muslimin mendorong pendukungnya turun ke jalan untuk apa yang mereka sebut sebagai “Jumat Kemarahan”.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 8 Juli 2013 in Artikel Internasional

 

Tag:

Wajib tinggalkan balasan disini:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: