RSS

Bishop GKPPD Dikampak, Enam Lainnya Luka-luka.

20 Sep
Bishop GKPPD Pdt EJ Solin, korban pembacokan saat mendapat perawatan intensif di RSUD Salak. Foto|Sampang Manik

Bishop GKPPD Pdt EJ Solin, korban pembacokan saat mendapat perawatan intensif di RSUD Salak. Foto|Sampang Manik

Pakpak Bharat-ORBIT: Puluhan warga Kuta Liang, Desa Majanggut II, Kecamatan Kerajaan, Kabupaten Pakpak Bharat, Jumat (20/9), mengamuk bagai kesetanan.

Mereka bertingkah aneh dan brutal, bersenjatakan parang, kampak dan tombak, tiba-tiba menyerang Bishop Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi (GKPPD) Pdt Elias Jantung Solin, STh., MTh.

Kejadian yang hampir merenggut nyawa pimpinan pusat GKPPD itu bersimbah darah terkena sabetan kampak di bagian kepala. Jari tengah sebelah kanan nyaris putus ketika mencoba menghindari serangan. Tujuh orang lainnya turut menjadi korban kebrutalan aksi anarkis warga itu.

Salah seorang saksi korban, Denhelder Solin, 55, mengatakan sebelumnya rombongan bishop hendak menghadiri pemilihan kepala desa (kades) di wilayah itu.

Begitu rombongan Bishop  tiba di lokasi, secara spontan, ayah kades berinisial LS berteriak dengan suara lantang dan mengucapkan kata-kata kasar dan tak beretika kepada bishop.

Spontan, warga melompat dan berpencar menuju senjata yang diduga kuat telah dipersiapkan sebelumnya. Lima orang pelaku yang diyakini Denheler bukan penduduk setempat berlaku seperti kesetanan dan langsung menyerang bishop.

Lemah Terpeleset

Pertama, bishop dilempar dengan kapak oleh salah seorang pelaku. Target luput dari bidikan. Kapak kemudian dipungut pelaku dan menyabetkannya kembali, tepat ke arah kepala.

Bishop lari menyelamatkan diri namun lemah dan terpeleset di selokan. Saat tubuhnya tergeletak, serombongan massa menganiaya bishop secara membabi buta. Perlawanan tak seimbang mengakibatkan bishop terkapar di lokasi kejadian.

Sementara, tak jauh dari lokasi bishop terkapar, salah seorang keponakan bishop juga turut menjadi sasaran pengeroyokan.

Korban dicekik, rombongan terkepung, kalut bercampur bingung untuk menolong siapa dan menjaga siapa.

Anak kandung bishop sendiri memperoleh pukulan tangan kosong, tendangan kaki dan beberapa kali hantaman kayu.

Aksi penyerangan dan pengeroyokan tersebut terindikasi kuat telah direncanakan sebelumnya oleh keluarga kades dengan mempersiapkan segala peralatan sebelum kejadian untuk menghabisi korban.

Begitu LS berteriak, sejumlah Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) turut serta ambil bagian dalam penyerangan rombongan bishop tersebut. Target lain yang turut menjadi rencana sasaran adalah Ragian Solin.

“Mereka berdua kami anggap sesepuh kami dan selalu menegur kebijakan kades yang dinilai menyimpang,” beber Denhelder.

Akibat peristiwa pembacokan tersebut 8 orang warga mengalami luka berat dan parah, Pdt EJ Solin,STh MTh, Rindu Solin, Saur Solin, David Solin, Jarus Solin, Karman Maharaja, Edy Solin.

Informasi Awal: Pdt Hendri Julianto Siregar 

Sumber: Harianorbit.com

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 20 September 2013 in Hukum & Kriminal

 

Tag: ,

Wajib tinggalkan balasan disini:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: