RSS

Ucapan Baasyir Soal JIL sampai Presiden Kafir.

04 Jan
Jumat, 03 Januari 2014 | 11:00 WIB
Ustad Abu Bakar Baasyir


Abu Bakar Baasyir. TEMPO/Yosep Arkian

TEMPO.COJakarta – Abu Bakar Baasyir pernah menolak upaya pemerintah yang menjadikan dirinya ikon teroris seperti Osama bin Laden. Cap itu selalu diterima Baasyir setiap kali jaringan teroris melakukan aksi. “Sayangnya pemerintah sulit mencari bukti nyata,” kata Baasyir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 9 Mei 2011 lalu.

Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa teroris yang dicokok selalu menyebut peran Baasyir, termasuk teroris Ciputat, yang digerebek pada malam tahun baru lalu. Kepala Kepolisian RI Jenderal Polisi Sutarman menyebut ajaran Baasyir membuat teroris Ciputat merasa “direstui” melakukan perampokan.

Pengaruh Baasyir itu, kata Sutarman, melalui buku-buku yang ditulis seperti Tadzkirah, Risalah Tauhid dan Iman. “Tadinya dia merampok ragu-ragu. Supaya ada legalisasi, ada buku dari Abu Bakar Baasyir yang berjudul Tadzkirah yang mengatakan merampok untuk kepentingan itu dihalalkan,” kata Sutarman di Jakarta, Kamis, 2 Januari 2014

Pada kesempatan yang lain, Baasyir kerap memberikan pernyataan keras terhadap lawan ideologinya. Bahkan, ketika Tempo menanyakan sikapnya pernah melarang jihad di Indonesia Baasyir mencabut pernyataannya. “Kalau memang saya pernah ngomong begitu, ya, saya cabut.

Namun, hukumnya “fardhu ain,” kata Baasyir. Dia juga tidak menampik ucapannya akan menimbulkan teror. “Bukan, saya hanya menyampaikan isi Al-Quran,” ucap Baasyir pada Tempo September 2012.

Berikut ini ucapan-ucapan Baasyir yang dianggap mencerminkan sikap kerasnya terhadap kebijakan pemerintah serta kelompok Islam lain.

TENTANG AHMADIYAH DAN JIL

“Ahmadiyah itu golongan murtad, JIL (Jaringan Islam Liberal) juga golongan murtad. JIL itu buatan orang kafir. JIL itu musuh Islam sebenarnya. Harus diusir dan mestinya itu harus diperangi oleh orang Islam. Tapi karena pemerintahnya bukan pemerintah Islam, jadi tidak diiganggu, malah dianggap sebagai bagian dari hak asasi manusia meskipun itu merusak (Islam) karena memang negara ini bukan negara Islam, tapi negara kafir”. (Ceramah di Masjid Ikhwanul Qorib, Bandung, sebelum ditangkap pada 6 Agustus 2010)

AKSI SWEEPING BULAN RAMADHAN

“Dalam Islam kita diperintah, kalau melihat kemungkaran harus segera menolak. Kalau kamu melihat kemungkaran hendaklah kamu selalu menolak dengan tanganmu. Kalau enggak bisa, dengan hati. Jadi, kemungkaran itu memang harus di-sweeping“. (Ceramah di Masjid Ikhwanul Qorib, Bandung, pada 6 Agustus 2010)

IHWAL DEMOKRASI

Baasyir menyebut demokrasi bertentangan dengan ajaran Islam. “Paham itu kurang ajar,” ujar dia. Alasannya, kata Baasyir, melalui lewat demokrasi orang yang akan melakukan sesuatu harus meminta izin manusia, bukan kepada Allah SWT.

Islam, katanya, adalah ideologi paling benar, yang paling cocok untuk mengatur kehidupan manusia dan dunia. Jika demokrasi dan Islam dicampur,  “Hasilnya kekacauan.” (Ceramah di Masjid Ikhwanul Qorib, Bandung, 6 Agustus 2010)

TENTANG FA’I

Diungkapkan jaksa penuntut umum pada sidang pada 13 Februari 2011 bahwa Baasyir pernah berceramah di rumah Ketua Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) wilayah Sumatera Utara, Alex alias Gunawan.

“Bukan hanya semata-mata mengambil hartanya saja. Fa’i(aksi perampokan untuk biaya perjuangan) ini ditujukan kepada semua orang kafirm yaitu orang-orang bukan muslim dan penguasa atau pemerintah yang beragama Islam yang tidak menjalankan syariat Islam yang diistilahkan sebagaithogut atau setan,” ujar jaksa Muhammad Taufik dalam pembacaan dakwaan di Pengadilan Negari Jakarta Selatan.

“Terdakwa juga mengatakan bahwa orang-orang kafir yang menjadi musuh Islam adalah orang yang memerangi dan memusuhi Islam secara nyata yang bercirikan tidak ingin negara dijadikan negara syariat Islam,” jaksa menerangkan.

PRESIDEN KAFIR

“Konsekuensi kalau tidak menjalankan syariat Islam dengan benar ya Yudhoyono (Presiden Susilo Bambang Yuhoyono) kafir,” ujar Baasyir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. “Mulai thogut Soekarno sampai thogut Yudhoyono semuanya tidak menerima hukum Islam dengan benar,” ujarnya dengan berapi-api. (Disampaikan pada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan 25 April 2011). Baca: Surat Nasihat Baasyir Ditolak SBY.

 

Sumber: Tempo

 
 

Tag: , ,

Wajib tinggalkan balasan disini:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: